JOGJA – Akademi Kesejahteraan Sosial AKK (AKS-AKK) Jogjakarta mengadakan Gelar Karya Cipta Boga dan Rias tahun akademik 2018/2019 di Jogja City Mall (JCM) Jalan Magelang, Sabtu (22/6). Ketua panitia Syamsya Husna Maharliartrias menjelaskan, Karya Cipta Boga murni hasil kreativitas mahasiswa AKS-AKK yang kemudian diwujudkan dalam bentuk display masakan boga dan peragaan busana serta make up fantasi dari rias. “Kemudian hasil karya itu diperkenalkan kepada masyarakat umum,” ujar Syamsya.

Direktur AKS-AKK Dra Prihatin Saraswati,MA menyampaikan, Gelar Karya Cipta merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan mahasiswa semester 6 yang mengambil mata kuliah karya cipta boga dan rias. “Agar mahasiswa dapat mengasah ide kreativitas dalam menciptakan karya terbaiknya yang berhubungan dengan karya inovasi dalam bidang boga dan rias,” jelasnya di Kampus AKS-AKK, Jalan Nitikan Baru No 69, Sorosutan, Umbulharjo, Jogja, Senin (24/6).

Ia menuturkan, karya cipta pada kesempatan ini mengambil tema “Mutiara Khatulistiwa” yang bermakna mutu manikam sepanjang khatulistiwa yang berarti kita mempunyai berbagai potensi alam dan budaya yang sangat indah di sepanjang khatulistiwa. “Apabila kita kembangkan akan menjadi kekuatan yang luar biasa yang dapat menjadi andalan Indonesia,” terangnya.

Pembantu Direktur 1 Bidang Akademik dan dosen pengampu tata boga Nur Wahyuni,S.Pd,M.Pd menjelaskan,  cipta boga pada kesempatan ini mengangkat tema “Pesona Jajanan Zamrud Khatulistiwa”.  Karya Cipta Boga dan Rias diikuti 38 mahasiswa yang terdiri atas 23 mahasiswa boga dan 15 mahasiswa rias. “Mahasiswa tata boga membuat karya cipta dalam mengembangkan produk jajanan tradisional yang memberikan sentuhan kekinian tanpa menghilangkan ciri khas Indonesia,” imbuhnya.

Dosen pengampu Prodi Tata Boga Titik Sulistyani,S.Pd,MM mengatakan, apabila generasi saat ini mulai terus dikenalkan dan disosialisasikan secara terus-menerus dengan jajanan tradisional, maka generasi itu akan menyukai dan mencintai jajanan tradisional. Ini  nantinya akan menjadi modal budaya dan kearifan lokal pada bidang kuliner di tingkat global.

Dosen pengampu Prodi Tata Rias Herinarina Yuwati,M.Pd mengatakan, Gelar Cipta Rias mengambil tema “Legenda dan Ciri Khas Budaya Indonesia” dengan menampilkan tata rias yang khas dan unik dengan mengembangkan tata rias yang khas dari seluruh nusantara.

“Sehingga kita dapat mengenal kekhasan tata rias pada setiap daerah yang menjadi riasan yang unik dan cantik dan merupakan identitas dari riasan khas nusantara dari Sabang sampai Merauke,” ungkapnya.

Menurut Herinarina Yuwati,M.Pd, keanekaragaman budaya Indonesia perlu dilestarikan dan dikembangkan, terutama tata rias yang berasal dari seluruh nusantara yang merupakan kekayaan bangsa dan diwariskan dari nenek moyang kita dan perlu dijaga kelestariannya di tengah perkembangan ilmu dan teknologi tata rias yang merupakan dampak pengaruh masyarakat Global.

Untuk Cipta Boga juara 1 diraih Ririh Prema Nurinda, juara 2 Yohana Ananti, juara 3 Istiyaningsih, dan favorit Muhammad Aldi. Dewan juri terdiri atas Nur Wahyuni,S.Pd,M.Pd, Chef Erwan, dan RM.Wijanarko Ketua,IFBEC.

Untuk Cipta Rias juara 1 Nur Fatma, juara 2 Fitri Haryani, juara 3 Galuh Pratama, dan favorit Nur fatma. Dewan jurijnya  Ir.KGRAY.Hj.Setianingsih Moerwengdyah,S.Pd,M.Eng, Teti Kuswati,S.Sos,MM, dan Kusmayati,S.Pd,MM. (*/laz/er)